Anak Tiri Korban Pembacokan Gara-gara Mie Instan Sempat Diseret ke Tempat Sampah

  • Oleh Naco
  • 12 Juli 2019 - 17:16 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Tersangka kasus KDRT, ASM, ternyata kalap mata saat menganiaya anak tirinya yang masih berusia 9 tahun. Bahkan, sebelum membacok anak tirinya itu, tersangka sempat membawanya ke tempat sampah.

Korban ditarik ke tempat bungkusan mie instan yang menjadi pemicu emosi tersangka. Di situ, kepala korban diarahkan ke tempat sampah itu.

Tidak sampai di situ melihat ada parang yang sedang tergantung, tersangka mengambilnya dan mengarahkannya ke paha korban hingga terluka. Setelah itu, tersangka membawa korban ke klinik perusahaan untuk diobati.

"Saya tidak ada niat sebenarnya untuk melukainya," kata tersangka saat pelimpahan berkas tahap II di Kejaksaan Negeri Kotawaringin Timur, 12 Juli 2019.

Tersangka melakukan perbuatannya pada Senin, 22 April 2019 sekitar pukul 21.00 WIB. Perbuatan itu dilakukan di barak karyawan Blok B 2, Estate 2 PT Unggul Lestari Desa Tumbang Sepayang, Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotim.

Berawal saat baru pulang bekerja dan kelelahan dan ingin mengambil mie instan yang sebelumnya disimpan. Namun saat itu mie instan itu tidak ada. 

Dia menanyakan keberadaan mie instan tersebut kepada anak tirinya. Mengetahui anak tirinya itu memakan mie instan, dia kesal dan marah. Hingga tega melakukan pembacokan itu. (NACO/B-11)

Berita Terbaru