Kerukan Hantipan di Katingan Surut Sebabkan Biaya Kelotok Pegatan - Sampit Mahal

  • Oleh Abdul Gofur
  • 13 Juli 2019 - 20:12 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Biaya tranportasi warga di dua kecamatan yakni Mendawai dan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, yang hendak bepergian ke Kota Sampit atau Kasongan, melonjak bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Hal ini disebabkan air Kerukan Hantipan yang berada di wilayah Kabupaten Katingan dan Kabupaten Kotawaringin Timur surut sejak beberapa hari terakhir.

Akibatnya, kelotok penumpang yang biasanya lancar kini tidak bisa lagi melewati Kerukan Hantipan yang dangkal. Sehingga penumpang harus berganti ke kelotok yang ukurannya lebih kecil atau ces.

Camat Katingan Kuala Suryanto, Sabtu, 13 Juli 2019, membenarkan bahwa air Kerukan Hantipan surut.

"Saya kemarin baru aja datang dari Sampit, dan memang benar Kerukan Hantipan itu sekarang dangkal atau surut," tutur Suryanto.

Camat menyebut, biaya kelotok dari Sampit untuk satu orang penumpang hingga Kerukan Hantipan yang dangkal sebesar Rp 80 ribu.

"Terus dari Kerukan Hantipan ke Kampung Melayu saya pakai alkon dengan biaya Rp 50 ribu, dan dari Kampung Melayu menuju Pegatan Rp 50 ribu. Total biaya yang saya keluarkan dari Sampit ke Pegatan Rp 180 ribu sekali jalan," katanya.

Padahal, saat air Kerukan Hantipan pasang, biaya kelotok dari Pegatan ke Sampit hanya Rp 80 ribu. (ABDUL GOFUR/B-3)

Berita Terbaru