Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah Jangan Jadi Ajang Perpeloncoan

  • Oleh Naco
  • 14 Juli 2019 - 15:12 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Sarjono, mengingatkan seluruh sekolah agar tidak main-main pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS). Salah satunya, jangan menjadikan MPLS sebagai ajang perpeloncoan.

"Kami dari DPRD tidak ingin ada indikasi kegiatan ke arah perpeloncoan atau sejenisnya. Termasuk menggunakan atribut yang nyeleneh," kata Sarjono, Minggu, 14 Juli 2019.

Sarjono mengatakan, MPLS wajib mendapatkan pengawasan dan pengawalan dari guru-guru. Sehingga tujuannya memang pengenalan sistem  pendidikan, bukan jadi ajang perpeloncoan.

Sarjono berharap tidak ada lagi seragam atau atribut aneh yang tidak mengandung unsur pendidikan sama sekali. Apabila masih ditemukan, maka akan ada sanksi dari pemerintah, terutama teguran kepada pihak sekolah. 

Kendati demikian, sejak beberapa tahun terakhir ini, legislator tidak lagi melihat ada MPLS yang aneh. Itu tentunya harus terus dipertahankan.

Dia pun berharap dalam, MPLS ini juga hendaknya disisipkan kegiatan sosialisasi. Seperti bahaya narkoba dan tentang lalulintas. 

Dua hal itu penting untuk disampaikan kepada mereka yang masih dalm masa sekolah. Apalagi pelajar sangat rentan menjadi sasaran dari peredaran narkoba. (NACO/B-11)

Berita Terbaru