Mencegah Terjadinya Stunting di Kapuas Perlu Kerja Sama SOPD Terkait

  • Oleh Dodi Rizkiansyah
  • 14 Juli 2019 - 15:55 WIB

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Dalam rangka mencegah dan menekan angka terjadinya stunting di Kabupaten Kapuas itu pelaksanaanya perlu kerja sama dengan Satuan Organisasi Perangkat Daerah atau SOPD terkait, jadi tidak hanya peran dari Dinas Kesehatan saja.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kapuas Apendi bahwa dalam upaya mencegah dan menurunkan angka terjadinya stunting itu memerlukan kontribusi dari instansi terkait lainnya.

Stunting sendiri diketahui adalah kondisi tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan tinggi badan anak seusianya.

"Dinas Kesehatan hanya tugasnya sekitar 30 persen dalam penanganan masalah stunting, selebihnya ada Dinas Pendidikan, PUPR-PKP dan Bappeda sebagai leading sector," ucap Apendi, Minggu, 14 Juli 2019.

Menurut dia setiap SOPD terkait itu sudah punya tugas pokok dan fungsi masing-masing. "Misalnya kami (Dinkes) hanya melakukan pemantauan kesehatan dari ibu hamil sampai melahirkan," katanya.

Bahwa dari keadaan ibu hamil sampai melahirkan itu arus memberikan asupan gizi yang baik terutama ASI, kemudian bayi dan balita harus rutin kontrol kesehatan ke posyandu terdekat.

"Sedangkan misalnya Dinas Pendidikan memberikan pendidikan bagaimana menjaga pola hidup bersih dan sehat melalui bangku pendidikan. Kemudian untuk Dinas PUPR lebih terkait pada infrastruktur kebersihan sanitasi yang baik," tuturnya. (DODI RIZKIANSYAH/m)

Berita Terbaru