Tewasnya Karyawan PT GSDI karena Terikat Tali Alat Pengambil Sampel Limbah

  • Oleh Wahyu Krida
  • 15 Juli 2019 - 08:32 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah Fatur Rahman (34) operator proses PT Gunung Sejahtera Dua Indah (GSDI) yang tewas di kolam limbah perkebunan kelapa sawit di Desa Sungai Bengkuang, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat 12 Juli 2019 diduga tewas karena terikat tali alat untuk mengambil sampel limbah.

Kapolsek Pangkalan Banteng Iptu Waris Waluyo, Senin,15 Juli 2019 menjelaskan diduga tali pengikat alat itu sengaja diikatkan korban di bagian pinggang.

"Menurut aturan kerja, sebenarnya tidak demikian. Tali harus terbebas dan tidak boleh diikatkan ke badan,” jelasnya. Namun masih berdasarkan pemeriksaan, di tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan.

“Murni kecelakaaan kerja. Bukan tindak kriminal atau kesengajaan yang mengarah ke pembunuhan,” tegasnya.

Kapolsek menjelaskan alat pengambil sampel limbah sebenarnya terbuat dari besi dan cukup berat.

"Diduga korban terpeleset setelah tertarik tali saat alat pengambil sampel itu dilemparkan ke kolam limbah. Dari hasil olah TKP ditemukan tali alat pengambil sampel limbah terlilit di badan Fatur Rahman, sehingga tertariklah ke dalam kolam penampungan limbah,” jelasnya lagi.

Kapolsek menjelaskan pasca penemuan jenazah korban, kemudian dilakukan dievakuasi sekitar pukul 09.30 WIB ke RSUD Sultan Imanudin Pangkalan Bun untuk divisum.

"Dari keterangan saksi di lapangan juga mengatakan hal serupa, namun kita tetap memeriksa sejumlah saksi dan menunggu hasil visum," sebutnya.

Terpisah, Community Development Officer (CDO) PT GSDI Suryono mengatakan perusahaannya sangat menyesalkan musibah ini terjadi dan siap bertanggungjawab.

"Kami menyesalkan hal ini. Kami kehilangan keluarga kami. Jenazah korban sudah diantarkan ke Klaten, Jawa Tengah 13 Juli 2019 untuk dimakamkan sesuai permintaan keluarga," katanya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru