Timteng dan Afrika Buka Potensi Serap CPO 1 Juta Ton

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 16 Juli 2019 - 07:55 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kawasan Timur Tengah dan Afrika bisa menjadi pasar baru bagi produk sawit Indonesia dan turunannya dengan potensi mencapai lebih dari 1 juta ton.

"Meskipun bisa menjadi pasar baru yang prospektif, kedua lokasi ini juga memiliki tantangannya masing-masing. Afrika itu agak berbeda dari negara lain karena mereka umumnya butuh sudah dalam bentuk kemasan, kita ekspor minyak goreng," kata Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sarjono, di Jakarta, awal pekan ini. 

Wilayah Afrika, menurut Mukti, tidak memiliki tangki timbun yang memadai untuk menyimpan produk jika diekspor dalam bentuk bahan baku atau CPO. Untuk itu, mereka membutuhkan produk yang memang sudah jadi dan siap pakai.

"Bea ekspor yang dikenakan untuk produk minyak goreng ini masih tinggi sehingga dibutuhkan kemudahan atau kelonggaran dari pemerintah," papar dia.

Adapun untuk Turki, lanjut Mukti, diplomasi atau penjajakan kerja sama bilateral menjadi hal yang diperlukan. Untuk itu, free trade agreement (FTA) atau perjanjian perdagangan bebas dengan negara-negara yang ada di wilayah ini dipandang bisa menjadi salah satu solusi.

"Itu sebenarnya masalah bagaimana kita bisa lakukan kerja sama bilateral," ujar Mukti. 

Berita Terbaru