Wacana Pemindahan Ibukota Pemerintahan Pengaruhi Palangka Raya

  • Oleh Hermawan Dian Permana
  • 16 Juli 2019 - 19:46 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Mantan Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia mengakui, isu wacana pemindahan ibu kota pemerintahan RI ke Kota Palangka Raya, mempengaruhi masyarakat. 

“Isu pemindahan ibu kota pemerintahan RI mendorong peningkatan urbanisasi dan imigran ke Kota Palangka Raya. Jadi tidak hanya memengaruhi pemimpin daerah,” kata Riban usai menerima kunjungan rombongan Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin di rumahnya, Selasa, 16 Juli 2019.

Dia berharap, Pemerintah Kota Palangka Raya bisa menyiapkan keperluan dan kebutuhan masyarakat, untuk menunjang kenyamanan di Kota Palangka Raya.

Riban mencontohkan seperti Jalan Tjilik Riwut yang saat ini sudah tidak nyaman lagi. Pemerintah perlu memikirkan kondisinya untuk 20 tahun ke depan. 

“Kita harus lebih lagi memandang ke depan. Jalan membentang untuk keluar kota harus dibangun untuk keperluan masyarakat,” ucap dia.

Caranya, bisa dengan menyambung bersama Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Katingan. Semuanya bisa dimasukan melalui musrenbang berjenjang. Mulai dari tingkat Provinsi Kalimantan Tengah hingga nasional. 

“Ini hanya masukan dan tidak ada secara khusus ke wali kota yang mana. Siapapun sebagai pemimpin di kota ini harus mampu mamberikan rasa aman, dan nyaman untuk masyarakat,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-11)

Berita Terbaru