Panitia MPLS SMAN 5 Palangka Raya Patuhi Teguran Kepala Dinas Pendidikan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 17 Juli 2019 - 08:02 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah, Slamet Winaryo melakukan peninjauan kegiatan pada hari pertama pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah atau MPLS di SMAN 5 Palangka Raya.

Salah satu yang menjadi perhatian Kadisdik ialah papan nama peserta MPLS yang dianggap terlalu besar hingga menutupi seluruh dada dan menggantung di leher.

Karena itu dia meminta ini untuk diperbaiki. Menyikapi teguran itu pihak panitia MPLS SMAN 5 Palangka Raya ternyata langsung mematuhinya.

Pantauan Borneonews.co.id pada hari kedua pelaksanaan MPLS, Selasa, 16 Juli 2019 dan Rabu, 17 Juli 2019 yang merupakan hari terakhir MPLS para siswa baru di sekolah yang beralamat di Jalan Tingang ini telah mengenakan tanda nama yang hanya berukuran kartu dan disematkan di saku seragam.

"SMAN 5 Palangka Raya ini punya sejarah sebagai sekolah berasrama yang terkenal disiplin. Kadisdik takutnya kita agak berlebihan makanya istilah senior-junior juga diminta untuk tidak kami gunakan. Penggunaan atribut yang berlebihan kan juga tidak bolah bahkan yang cuma papan nama yang digantung itu kita tidak boleh, suruh ganti. Makanya kemarin saya ingatkan panitia supaya ganti saja karena sudah ditegur Pak Kadis makanya kemarin dan hari ini anak-anak sudah menggunakan penanda nama yang ukuran kecil saja," jelas Kepala SMAN 5 Palangka Raya, Arbusin kepada Borneonews, Rabu, 17 Juli 2019.

Menurut Arbusin, kepala dinas meminta agar sekolah tidak perlu menambah-nambahi kegiatan dengan sesuatu yang tidak perlu seperti papan nama yang terlalu besar.

"Cukup kedepankan kedisipiln dan kerapian, itu yang disarankan pak Kadis. Jadi kami ikuti saja arahan beliau," tuturnya. (TESTI PRISCILLA/B-6)

Berita Terbaru