Kisah Penjual Gado-gado Naik Haji (2): Sempat Berpikir tak Mampu Lunasi Setoran Haji

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 18 Juli 2019 - 14:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ibu dan anak Rihati Husein yang dikenal Ibu Giram (65) dan Achmad Yadi (31) tidak bisa menahan haru saat diberitahu petugas haji bahwa mereka berdua berangkat haji lebih awal dari jadwal keberangkatan. 

Namun kabar itu juga sekaligus membuat warga asal Kompleks Bina Karya Permai, Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini khawatir karena saat itu, setoran haji mereka berdua kurang Rp 12 juta. Sehingga mereka takut tidak mampu melunasinya hingga jadwal keberangkatan nanti. 

"Awalnya saya tidak berani langsung setuju saat ada petugas dari Kementrian Agama untuk berangkat pada 2019 ini. Karena saya khawatir tidak bisa melunasi setoran kurang Rp 12 juta," ujar Ibu Giram, saat diwawancarai wartawan Kamis, 18 Juli 2019. 

Namun berbeda dengan anaknya. Karena saat itu juga Yadi dengan tegas menerima dan bersedia berangkat naik haji pada 2019 ini. Karena ia menganggap bahwa tawaran tersebut adalah restu dan kehendak Allah SWT agar dia dan sang ibu bisa menunaikan rukun Islam kelima tersebut. 

"Saat itu saya tidak langsung menjawab iya, namun anak saya yang berada di samping saya yang meyakinkan hingga saya setuju menerima tawaran berangkat haji pada 2019 ini," kata Ibu Giram. 

Ternyata niat yang tulus untuk beribadah tersebut dipermudahkan oleh Allah. Ibu dan anak tersebut bisa melunasi setoran haji yang jumlahnya mencapai Rp 12 juta. Dengan hasil kerja keras mereka berjualan gado-gado dan es kelapa, serta bantuan dari sanak keluarga mereka. 

"Bahkan saya juga rela uang modal jualan berkurang, agar bisa berangkat haji tahun ini," terang Ibu Giram. 

Setelah dapat melunasi setoran tersebut, mereka berdua sangat terharu dan sangat senang. Karena impian selama 9 tahun terakhir akan segera terwujud. Apalagi ibadah haji adalah rukun islam yang wajib dikerjakan bagi orang yang mampu.

"Kalau ditanya persaan saya, tentu saya sangat senang. Apalagi ini asalah niat utama kami sejak 9 tahun lalu," kata Ibu Giram. 

Saat ini, dirinya hanya berdoa agar diberikan keselamatan oleh Allah baik saat menunaikan ibadah haji hingga pulang kembali ke tanah air. Selain itu dirinya juga berharap diberikan kesehatan, dan juga dapat menjadi haji yang mambrur nantinya. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru