Ahmad Yantenglie Menangis saat Baca Pembelaan

  • Oleh Agus Priyono
  • 18 Juli 2019 - 16:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya– Persidangan kasus tindak pidana korupsi dengan terdakwa mantan bupati Katingan Akhmad Yantenglie kembali digelar di Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis, 18 Juli 2019.

Kali ini sidang beragendakan pembacaan nota pembelaan atau pledoi dari Yantenglie.

Dalam persidangan yang dipimpin Hakim Agus Windana, Yantenglie membacakan pledoinya dengan terisak. Meski diwarnai tangis, Yantenglie menolak bahwa tangisannya merupakan sebuah penyesalan.

“Saya menangis bukan karena menyesal. Saya tidak melakukan kesalahan. Saya sedih karena orang tua saya yang tidak lulus SD tapi saya bisa berkembang jauh bahkan menjadi bupati,” ujarnya.

Dalam pledoinya terkait raibnya uang kas daerah Kabupaten Katingan senilai Rp 100 miliar di Kantor Kas BTN Pondok Pinang, Jakarta, Yantenglie merasa ditipu dan dijebak.

Dia mengatakan bahwa dirinya sampai saat ini belum mengetahui raibnya uang kas tersebut.

Menurutnya, Teguh Handoko yang saat itu menjabat sebagai kepala Kantor Kas BTN Pondok Pinang, telah melakukan tindakan ilegal dengan memberikan akses kepada Herianto Chandra untu  mengeruk uang milik Kabupaten Katingan.

“Dugaan tindak pidana korupsi ini penuh kejanggalan dan kental akan persekongkolan oleh pihak yang akhirnya menggiring dan membuat bahwa saya adalah pelakunya,” sebut Yantenglie. (AGUS/B-3)

Berita Terbaru