Ibu Kota RI Pindah ke Kalteng, Prof Sulmin Khawatir Kebahagiaan Masyarakat Dayak Terganggu

  • Oleh Testi Priscilla
  • 19 Juli 2019 - 17:56 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah satu isu penting yang disampaikan Profesor Sulmin Gumiri, Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Tengah ialah mengenai kekhawatiran akan terganggunya kebahagiaan masyarakat suku Dayak.

"Kekhawatiran kami hanya satu, kalau pemindahan ibu kota ini agak mengganggu kebahagiaan masyarakat Kalteng," kata Prof Sulmin dalam dialog nasional yang dilaksanakan di Hotel Luwansa pada Jumat, 19 Juli 2019.

Menurut Prof Sulmin, selama ini masyarakat Dayak bahagia dengan pola hidup yang damai, santai dan aman.

"Kami tidak ingin kalau hidup seperti di Jakarta yang semuanya seperti diburu-buru. Kami di sini semuanya serba mudah. Ibaratnya kami di sini kerja tidak diburu-buru," tuturnya lagi.

Tetapi, menurut Prof Sulmin, kebahagiaan itu juga sebenarnya ingin dibagi ole masyarakat Dayak kepada petinggi-petinggi negara, mulai dari Presiden, para Menteri, dan pejabat negara lainnya.

"Kami ingin membagi kebahagiaan ini dengan Pak Presiden dan menteri, serta pejabat negara, kebahagiaan itu yang mau kami bagikan. Jadi Pak Presiden di sini bisa hidup tenang, damai, tidak penuh hiruk pikuk," bebernya.

Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara dengan sub judul Menuju Ibu kota masa depan yang smart, green, beautiful, dan sustainable tersebut diawali dengan paparan dari Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata dan dilanjutkan dengan paparan dari Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Setelah itu dilanjutkan dengan sesi dialog dengan Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Gubernur Kalteng tetap menjadi narasumber, ditambah dengan narasumber lain yakni Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut atau BRG, Profesor Sulmin Gumiri yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya, serta ada juga Profesor Kumpiady Widen, Dekan FISIP Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru