Akademisi Minta Secepatnya Keputusan Pemindahan Ibu Kota Negara Dikeluarkan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 19 Juli 2019 - 18:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Akademisi Kalimantan Tengah, Profesor Kumpiady Widen meminta secepatnya keputusan pemindahan Ibu kota negara Republik Indonesia ke Kalteng dikeluarkan.

"Kami meminta agar secepatnya ditentukan, mengapa ibukota pemerintahan harus pindah ke Kalteng. Aspek historisnya jelas, penyataan Presiden Pertama, Soekarno, Kalteng akan jadi ibukota negara," kata Prof Kumpiady Widen kepada Borneonews saat diwawancarai usai menjadi salah satu pembicara dalam Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Pemerintahan ke Kalimantan Tengah, Jumat, 19 Juli 2019.

Menurut Prof Kumpiady, kesiapan masyarakat Kalteng terlihat dari euforianya masyarakat Dayak menyambut bahwa Kalteng harus jadi Ibukota Pemerintahan, kesiapan lokasi, kesiapan SDM, serta Universitas Palangka Raya yang sedang ditata untuk menjadi kampus yang megah, menjadi UI kedua di Indonesia.

"Untuk partisipasi itu, kita sudah ada ribuan sarjana nganggur dan menunggu Kalteng sebagai ibukota negara agar dapat berpartisipasi dalam pembangunan negara ini," tuturnya lagi.

Falsafah huma betang, lanjutnya, nilai filosofinya sudah mencakup empat nilai Pancasila. Jauh sebelum ada Pancasila, landasan kehidupan masyarakat dayak sudah berfokus pada falsafah huma betang ini.

Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara dengan sub judul Menuju Ibu kota masa depan yang smart, green, beautiful, dan sustainable tersebut diawali dengan paparan dari Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata dan dilanjutkan dengan paparan dari Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Setelah itu dilanjutkan dengan sesi dialog dengan Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Gubernur Kalteng tetap menjadi narasumber, ditambah dengan narasumber lain yakni Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut atau BRG, Profesor Sulmin Gumiri yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya, serta ada juga Profesor Kumpiady Widen, Dekan FISIP Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-5)

Berita Terbaru