Peserta Dialog Pertanyakan Persiapan Masyarakat Dayak Menghadapi Kehidupan Metropolitan

  • Oleh Testi Priscilla
  • 20 Juli 2019 - 09:16 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya -  Seorang peserta Dialog Nasional Pemindahan Ibukota Pemerintahan ke Kalimantan Tengah, Jenta, mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana mempersiapkan masyarakat Dayak dalam kehidupan metropolitan jika benar Kalteng menjadi ibukota pemerintahan.

"Masyarakat Dayak ini hidup dari hutan dan tanah, tiba-tiba kami harus jadi warga metropolitan yang taat hukum dan disiplin, apakah sudah ada cara untuk menyiapkan itu?" tanya Jenta kepada seluruh narasumber yang hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Luwansa, Jumat, 19 Juli 2019.

Dekan FISIP Universitas Palangka Raya, Profesor Kumpiady Widen menjawab pertanyaan ini. "Tidak perlu dipersiapkan, karena sesungguhnya masyarakat Dayak ini orang cerdas, orang pintar, tidak ada yang bodoh," kata Prof Kumpiady.

Justru yang perlu dipersiapkan, menurut Prof Kumpiady, adalah kewirausahaan di kalangan masyarakat Dayak, bagaimana untuk bisa menangkap kesempatan.

"Supaya semuanya tidak terfokus hanya ingin menjadi PNS. Orang punya usaha itu tidak perlu linear, orang hukum bisa saja bisa memiliki kolam ikan, kebun sayur, karena otaknya yang diperlukan, bukan essainya," tutur Prof Kumpiady lagi.

Dialog Nasional Pemindahan Ibu Kota Negara dengan sub judul Menuju Ibu kota masa depan yang smart, green, beautiful, dan sustainable tersebut diawali dengan paparan dari Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional, Rudy S Prawiradinata dan dilanjutkan dengan paparan dari Gubernur Kalteng, H Sugianto Sabran.

Setelah itu dilanjutkan dengan sesi dialog dengan Kepala Bappenas Bidang Pengembangan Regional dan Gubernur Kalteng tetap menjadi narasumber, ditambah dengan narasumber lain yakni Alue Dohong, Deputi II Konstruksi, Operasi, dan Pemeliharaan, Badan Restorasi Gambut atau BRG, Profesor Sulmin Gumiri yang menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Palangka Raya, serta ada juga Profesor Kumpiady Widen, Dekan FISIP Universitas Palangka Raya. (TESTI PRISCILLA/B-2)

Berita Terbaru