Petugas Penyelamat Bujuk Slamet Untuk Minum Teh Hangat Campur Obat Penenang

  • Oleh Wahyu Krida
  • 20 Juli 2019 - 19:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Tim penyelamat dari Damkar, BPBD, Basarnas Kotawaringin Barat (Kobar), dan Polri mencoba membujuk Slamet, yang masuk ke dalam sumur tetapi tidak mau dievakuasi, Sabtu, 20 Juli 2019.

Warga Jalan Ahmad Dahlan, RT 5 Desa Kumpai Batu Atas (KBA) itu masuk ke sumur sedalam 17 meter, dengan diameter satu meter. 

Kasi Penyelamatan Damkar Kobar, Agus Suhartono mengatakan, di lokasi sumur tersebut, sebenarnya ada beberapa opsi yang mau ditempuh agar Slamet bisa dievakuasi.

"Awalnya kita mencoba masuk sumur, namun yang bersangkutan mengamuk. Mengingat hal tersebut bisa mengancam keselamatan petugas penyelamat, maka petugas langsung naik lagi," jelas Kaboel.

Setelah itu, petugas merencanakan opsi kedua yaitu melumpuhkan Slamet sebelum diangkat ke atas.

"Namun cara ini masih belum bisa dilakukan, lantaran juga berpotensi membahayakan Slamet. Karena ke dalaman air dalam sumur sekitar empat meter. Slamet  bisa tetap di permukaan air dengan cara meluruskan kakinya," dia.

Dia menambahkan, Slamet diduga menderita gangguan kejiwaan. Hal itu berdasarkan keterangan dari istri Slamet, Misinem.

"Dia diduga menderita gangguan setelah menderita penyakit lambung. Bahkan dua hari sebelum peristiwa ini, Slamet diketahui sempat hilang di kawasan kebun kelapa sawit di Desa KBA," jelas Kaboel.

Walau terus menolak dievakuasi, petugas terus membujuk Slamet meminum air hangat yang telah diberi obat penenang.

"Beberapa kali kita berikan minum bercampur obat penenang, Slamet terus menolak. Malam ini kami membujuk bahwa di dalam dingin dan menawarkan air teh hangat bercampur obat penenang yang dimasukkan dalam botol plastik. Semoga minuman tersebut bisa segera diminumnya," jelasnya. 

Berita Terbaru