FBIMBT sebagai Upaya Pelestarian Budaya

  • Oleh Ramadani
  • 21 Juli 2019 - 09:10 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara rutin melaksanakan Festival Budaya Iya Mulik Bengkang Turan (FBIMBT) setiap tahun.

Bupati Barito Utara Nadalsyah mengatakan, FBIMBT merupakan salah satu upaya pemerintah untuk melestarikan dan mempertahankan budaya yang dimiliki.

Kabupaten Barito Utara, kata dia, memiliki keanekaragaman suku, adat istiadat, bahasa, dan budaya daerah.

"Dengan melaksanakan FBIMBT, kita turut membantu negara dalam hal pemajuan kebudayaan," ujar Bupati saat membuka FBIMBT di Water Front City, Kota Muara Teweh, Sabtu, 20 Juli 2019 malam.

Terlebih, kata dia derasnya arus informasi yang datang ke daerah juga memengaruhi terkikisnya budaya lokal. Banyaknya budaya asing, khususnya budaya barat, datang dan tumbuh. Padahal, budaya barat itu tidak sesuai nilai-nilai budaya negara Indonesia.

Di sisi lain, pelaksanaan FBIMBT diharapkan juga dapat menjadi sumber pendapatan daerah dari wisataan lokal dan mancanegara. "Selain faktor alam, yang menarik wisatawan adalah budaya daerah," ungkap Bupati yang biasa disapa H Koyem ini.

Guna mewujudkan hal itu, lanjut dia, tentunya harus ditunjang oleh sarana dan prasarana pendukung. "Saya berharap nantinya, FBIMBT dapat masuk dalam kalender pariwisata tingkat nasional," kata Bupati.

Di samping itu, melalui FBIMBT akan muncul atlet atau olahragawan dan seniman tradisional yang akan mewakili Barito Utara pada Festival Budaya Isen Mulang tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada 2020. 

"Semoga pada pelaksanaan nantinya, kita dapat meningkatkan prestasi dan mempertahankan juara umum ketigakalinya," harap Nadalsyah.

Bupati berpesan untuk pemuda dan pemudi Barito Utara agar jangan hanya diam dan tidak perduli, tetapi bertekad menjaga budaya daerah.

Berita Terbaru