Pilkada jangan Rusak Tatanan Masyarakat

  • Oleh Naco
  • 21 Juli 2019 - 13:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Syahbana, berharap pemilihan kepala daerah (pilkada) yang rencananya digelar tahun depan tidak sampai merusak tatanan masyarakat.

Menurut dia, masyarakay harus belajar dari pilpres lalu yang sangat menyita banyak energi. Tensi politik boleh panas namun tidak mengusung hal-hal yang berkaitan dengan politik identitas atau sara.

Syahbana mengambarkan pilkada yang sangat menguras energi seperti pilkada DKI. Namun, hal itu tidak perlu dicontohi hingga ke Kotim dan Kalteng pada umumnya. 

Ia menyakini masyarakat Kotim sudah paham dan melek akan politik. Meski ada sekelompok atau segelintir orang yang selalu  memainkan isu sara tapi masyarakat cenderung lebih melihat kepada rekam jejak dan visi misi yang diusung.

"Saat ini dinamika politik masih belum terlihat perubahan yang signifikan, bahkan isu-isu yang  berpotensi merusak tatanan kehidupan sosial masyarakat juga tidak terlihat. Salah satu penyebabnya tidak ada  calon yang pasti  maju dalam pilkada kali ini," kata dia, Minggu, 21 Juli 2019.

Syahbana meprediksi tensi politik akan panas di periode akhir tahun ini, kemudian saat memasuki penetapan paslon.

"Di situ hendaknya kita sebagai masyarakat  bisa dewasa menyikapi perbedaaan pilihan politik,” tegas dia. (NACO/B-3)

Berita Terbaru