Ketua DAD Tegaskan Kibarkan Terus Sejarah dan Adat Istiadat Budaya Dayak

  • Oleh Budi Yulianto
  • 21 Juli 2019 - 17:36 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Dewan Adat Dayak atau DAD Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menegaskan harus terus mengibarkan sejarah perjuangan dan adat istiadat budaya Dayak.

Ini disampaikan setelah Agustiar melepas peserta Napak Tilas Damai Tumbang Anoi dari Betang Hapakat, Palangka Raya menuju Tumbang Anoi, Kecamatan Damang Batu, Kabupaten Gunung Mas, Minggu, 21 Juli 2019.

Mengenang dari sejarah di Tumbang Anoi itu, Agustiar menegaskan orang Dayak juga harus menjadi tuan di rumahnya sendiri.

"Generasi penerus terus mengibarkan sejarah, adat istiadat, budaya orang Dayak walaupun di tengah perkembangan zaman yang modern ini. Sejarah, adat istiadat budaya Dayak tidak boleh mati sekalipun langit runtuh," tegas Agustiar.

"Kalau bukan kita siapa lagi. Semoga Napak Tilas ini membawa keberkahan, keselamatan demi kejayaan orang Dayak," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Napak Tilas, Dagut mengatakan, Tumbang Anoi memiliki cerita sejarah perjalanan warga Dayak menuju perdamaian. Kegiatan Napak Tilas akan berkahir pada Rabu, 24 Juli 2019.

"Di Tumbang Anoi itu dulunya ada seorang tokoh yang disebut Damang Batu. Beliau pada saat itu sanggup melaksanakan perdamaian. Lokasi pertemuan di Tumbang Anoi," ucapnya.

"Tujuannya saat itu supaya masyarakat Dayak tidak lagi berkelahi antardesa, serang menyerang antarsungai daerah dan juga penghapus mengayau serta penyelesaian masalah-masalah yang ada," ceritanya.

Sekretaris Jenderal Majelis Adat Dayak Nasional atau MADN, Yakobus Kumis mengingatkan tidak mudah mengumpulkan 400 suku Dayak di seluruh Borneo terlebih dahulu kala tidak ditunjang dengan kendaraan maupun ponsel.

Oleh sebab itu, sejarah tersebut harus terus dipertahankan menjaga kebersamaan sebagaimana yang disampaikan Agustiar. (BUDI YULIANTO/B-6/Adv)

Berita Terbaru