Residivis Curanmor Kembali Tertangkap Setelah Lakukan Penggelapan Sepeda Motor

  • Oleh Ramadani
  • 22 Juli 2019 - 23:10 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Salah seorang residivis pencurian kendaraan bermotor (curanmor) Mis alias Ka (23) kembali berurusan dengan polisi lantaran melakukan penggelapan sepeda motor dan ponsel  milik korbannya.

Residivis yang baru keluar  pada Februari 2019  ini melakukan aksi penipuan terhadap salah seorang pelajar yang ada di Kota Muara Teweh yakni Yoga Wijayanto (15) pada 17 Juli 2019.  

Tersangka melakukan penipuan dengan modus meminjam sepeda motor dan ponsel milik korban dengan keperluan utuk berangkat ke ATM, namun pelaku yang tak kunjung datang mengembalikan sepeda motor serta handphone milik korban. Akibatnya, korban melaporkannya kepada pihak kepolisian. 

Atas laporan tersebut, pihak Satreskrim Polres Barito Utara memburu pelaku dan berhasil menangkap tersangka di  Desa Kandui, Kecamatan Gunung Timang pada Jumat 19 Juli 2019.

Kapolres Barito Utara melalui Kasat Reskri, AKP Kristanto Situmeang saat dimintai konfirmasi borneonews.co.id pada Senin 22 Juli 2019 membenarkan bahwa Kacong berhasil ditangkap dan telah diamankan di mapolres Barito Utara untuk menjalani pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut.

“Kini tersangka sudah ditahan dan diamankan di ruang tahanan mapolres Barito Utara,”  ujar Kristanto Situmenag.

Kasat menerangkan, awalnya tersangka meminjam sepeda motor merek Suzuki Satria F 150 warna hitam dan handpone merk Xiaomi tipe A4 warna putih milik korban yang masih berstatus  pelajar untuk keperluan dan menuju ke ATM.

Setelah beberapa lama, tersangka tidak kunjung tiba, korban merasa telah dikelabui oleh tersangka, sehingga korban melaporkannnya kepada pihak kepolisian. “Atas laporan korban ini, kami melakukan pencarian terhadap tersangka dan berhasil meringkusnya pada Jumat lalu di Desa Kandui,” jelasnya

Setelah ditangkap, tersangka mengaku bahwa sepeda motor milik korban telah digadai kepada salah seorang warga di Kabupaten Murung Raya sebesar Rp 700 ribu. “Awalnya tersangka hendak menjualnya senilai Rp 4 juta, namun warga yang ditawarinya tidak memiliki uang banyak sehingga hanya digadai sebesar Rp 700 ribu,” ungkapnya.

Sepeda motor milik korban, lanjut dia, sudah dibawa ke Polres Barito Utara sebagai barang bukti. Sementara handphone milik korban juga sudah dijualnya kepada seseorang dan kini dalam tahap pencarian.

Berita Terbaru