Harga CPO Bisa Naik ke RM2.001, Ini Alasannya

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 23 Juli 2019 - 12:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pada perdagangan awal pekan ini, harga minyak sawit mentah (CPO) berjangka bergerak positif mengikuti kenaikan harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT).

Selain itu, kenaikan harga komoditas andalan Malaysia dan Indonesia itu juga ditopang oleh ekspektasi impor minyak nabati oleh India akan meningkat dan bahkan menyentuh level tertinggi tahun ini. 

Harga CPO berjangka untuk kontrak pengiriman Oktober di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 0,6% menjadi RM1.983 ($482,36) per ton, sekaligus mengakhiri pelemahan dalam dua sesi sebelumnya.

Menurut analis pasar untuk komoditas dan energi Reuters, Wang Tao, harga CPO berjangka dapat menanjak menuju level RM2.001 per ton.

“Harga CPO menguat mengikuti pergerakan harga minyak kedelai di AS, sedangkan kabar dari India yang akan menaikkan kuota impor minyak nabati juga ikut memberikan sentimen positif,” kata seorang pelaku pasar di Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Impor minyak nabati India sepertinya akan meningkat 7,3% pada 2019/20 seiring musim hujan yang akan mengganggu panen oilseed, seperti kedelai dan kacang tanah.

India adalah konsumen minyak nabati terbesar dunia, dan minyak sawit termasuk dalam daftar komoditas impor utama negeri itu. (NEDELYA RAMADHANI/m)
 

Berita Terbaru