Guru Honorer Sekolah dan Yayasan akan Diangkat Jadi Tenaga Kontrak Daerai 

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 23 Juli 2019 - 15:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Guna memberikan penghasilan yang layak terhadap para guru honorer sekolah dan yayasan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pemerintah daerah akan segera mengangkat mereka menjadi tenaga kontrak daerah. 

"Saat ini cukup banyak tenaga pendidik yang masih digaji oleh sekolah dan yayasan. Sehingga mereka menjadi prioritas kami untuk mengangkat mereka menjadi kontrak daerah," ujar Sekda Kotim Halikinnor, Selasa, 23 Juli 2019. 

Hal tersebut sudah dibicarakan dengan Bupati Kotim Supian Hadi. Sementara akan diutamakan terhadap guru honorer sekolah dan yayasan yang masa kerjanya sudah di atas tiga tahun. Selain itu juga memiliki klasifikasi pendidikan sesuai bidang tempat mengajar baik di TK, SD, dan SMP. 

Namun kebijakan ini akan dilakukan bertahap. Rencananya akan dilaksanakan mulai 2020 mendatang. Bahkan DPRD Kotim pun sudah menyetujui hal tersebut. 

Di Kotim saat ini terdapat guru honorer sekolah 1.123 orang, dan guru honorer yayasan 1.376 orang. Mereka rata-rata digaji melalui Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan rata-rata gaji antara Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

"Jumlah tersebut sangat jauh dibanding gaji tenaga kontrak apalagi dengan guru pegawai negeri sipil (PNS)."  

Upaya ini dilakukan sebagai langkah pemerintah memeratakan dunia pendidikan di Kotim. Karena guru memegang peranan penting dalam memberikan ilmu kepada anak-anak. (MUHAMMAD HAMIM/B-5) 

Berita Terbaru