Direktur Bela Negara Ingatkan Waspada Ancaman Non Militer

  • Oleh Budi Yulianto
  • 23 Juli 2019 - 17:06 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Direktur Bela Negara Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan atau Ditjen Pothan Kemhan Republik Indonesia, Brigadir Jenderal TNI, Tandyo Budi R mengingatkan untuk lebih mewaspadai potensi ancaman non militer dibanding militer. 

Ini ia sampaikan setelah menutup kegiatan sosialisasi dan evaluasi pembinaan kesadaran bela negara di Palangka Raya, Selasa, 23 Juli 2019. Sebelum ditutup, ia juga memberikan materi terhadap para peserta sosialisasi.

"Sekarang dunia sudah tanpa batas, bisa melalui media sosial atau apapun semuanya bisa mempengaruhi," katanya.

Oleh sebab itu, sosialisasi tersebut sangatlah penting untuk menambah wawasan termasuk apa-apa saja yang mesti diwaspadai di bumi ini. 

"Sosialisasi ini tentu untuk menyiapkan sumber daya alam yang bisa menjadi agen perubahan. Yaitu bagaimana untuk mencintai negeri ini, apalagi Kalteng sebagai calon ibu kota negara,"  ungkapnya. 

"Kalau dilihat, sekarang ancaman yang sifatnya non militer lebih banyak. Sedangkan ancaman militer sangat kecil terjadi," imbuhnya.

Ia berharap, peserta sosialisasi dapat kembali menyampaikan pengetahuannya kepada keluarga, tetangga, tempat kerja dan lainnya sehingga potensi ancaman bersifat non militer mampu ditekan dengan baik. 

Sebelumnya, kegiatan sosialisasi itu dibuka oleh Plt Asisten 1 Setda Kalteng Nurul Edy mewakili Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada Senin, 22 Juli 2019. 

Hadir pada acara itu Kasubdit Lingkungan Pemukiman atau Lingkim, Endang Purwaningsih, Plt Kepala Kanwil Kemhan Kalteng Kolonel Inf Hartomo dan sejumlah pejabat lainnya. (BUDI YULIANTO/B-5)

Berita Terbaru