Bupati Barito Timur Buka Bursa Inovasi Desa Cluster III

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 24 Juli 2019 - 00:30 WIB

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Bupati Barito Timur membuka Bursa Inovasi Desa (BID) Cluster III di Gedung Saera, Ampah Kecamatan Dusun Tengah, Selasa 23 Juli 2019. Kegiatan tersebut untuk Kecamatan Dusun Tengah, Raren Batuah dan Kecamatan Pematang Karau.

Ampera AY Mebas dalam sambutannya mengatakan, Bursa Inovasi Desa (BID) sebenarnya merupakan salah satu bentuk pameran pembangunan yang telah dinilai inovatif.

Bursa Inovasi Desa sekaligus sebagai ajang menyebarluasan kegiatan inovatif serta penyebarluasan keberadaan Penyedia Jasa Layanan Teknis (PJLT) bagi masyarakat dan Desa wilayah Kabupaten Barito Timur.

"Sampai saat ini mulai muncul bentuk inovasi desa seperti Mikro Organisme Lokal (MOL) di Desa Tampa yang bisa masuk ke menu Bursa Nasional," ucap Ampera dalam sambutannya.

Ampera mengharapkan, ke depan desa-desa lain juga menggali potensi sesuai dengan karakteristik desa masing-masing, juga memahami tentang inovasi. Pada akhirnya, desa-desa di Kabupaten Barito Timur akan memiliki Inovasi sendiri.

Kegiatan BID ini, akan menjadi sarana dan media untuk membagi pengetahuan dan kegiatan pembangunan di Desa yang bertujuan memberikan inspirasi kepada Desa-Desa untuk dapat melakukan replikasi atau adaptasi dengan sumber dana yang ada di Desa masing-masing. Khususnya dalam pemanfaatan dana desa agar lebih terarah dan berdayaguna bagi masyarakat serta berkesinambungan yang akan difasilitasi oleh Pendamping Desa.

BID merupakan dari kegiatan Program Inovasi Desa (PID) yang hadir sebagai kualitas pemanfaatan Dana Desa (DD) dengan memberikan serta dalam mendorong peningkatan upaya pembangunan Desa rujukan merevitalisasi pengembangan kewirausahaan, pengembangan  SDM serta infrastruktur Desa.

"Diharapkan mampu memicu munculnya inovasi dan pertukaran pengetahuan secara partisipatif, PID merupakan salah satu bentuk dukungan kepada Desa agar lebih efektif dalam menyusun penggunaan Dana Desa sebagai investasi dalamn peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat," tuturnya

Ampera menambahkan, Pendamping Desa dan Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) membantu menfasilitasi Program lnovasi Desa yang diharapkan dapat menjawab keperluan Desa terhadap layanan teknis yang berkualitas.

"Seiring dengan perkembangan tuntutan dan kebutuhan pembangunan, pemberdayaan dan perlakuan terhadap Desa, maka dengan adanya Program Inovasi Desa mampu untuk membantu Desa melakukan perubahan ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (PRASOJO/B-2)

Berita Terbaru