Dicurigai, Awal Diamankannya Sipir Lapas Sampit, Tapi Bantah Penerima Sabu dan Ekstasi

  • Oleh Naco
  • 25 Juli 2019 - 17:06 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Tiga saksi dari BNN Provinsi Kalteng hadir sebagai saksi dalam perkara Sipir Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Sampit Ketut Widian Arisandi (33). Saksi menerangkan awal penangkapan terdakwa.

Tiga saksi itu Rusadi, Risaldi dan Muamar Andika. Menurut mereka awalnya petugas mengamankan Ali Patmi di Bandara H Asan Sampit membawa 350 gram sabu dan 7 butir ekstasi.

"Pengakuan Ali Patmi barang itu mau diantar ke Jalan H Ikap, dari alur itu kami ke lokasi dan mengamankan terdakwa karena kami curiga, saat itu ada terdakwa di situ," kata salah satu petugas BNN, Kamis, 25 Juli 2019.

Kepada petugas Ali mengaku sabu itu diantar ke Jalan H Ikap atas perintah Narudi alias Naruto yang kini mendekam di Lapas Sampit. Namun hal itu dibantah oleh Narudi. Dalam kasus ini Narudi hanya sebagai saksi.

Namun menurut petugas Ketut menyangkal sabu dari Patmi itu ia yang akan menerimanya. Lalu Ketut dibawa ke rumah dinasnya di Jalan Lembaga, Kelurahan Sawahan, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur pada Rabu, 6 Maret 2019 sekitar pukul 09.30 Wib.

Dari penggeledahan di kediaman Ketut ditemukan sejumlah barang bukti diantaranya satu paket kecil narkotika jenis sabu, 3 buah pipet kaca, alat hisap sabu berupa bong, korek api gas, ponsel dan sebuah kotak bekas permen. (NACO/B-5)

Berita Terbaru