Balap Perahu Tengkung Terinspirasi dari Aktivitas Illegal Logging

  • Oleh Norhasanah
  • 26 Juli 2019 - 23:06 WIB

BORNEONEWS, Sukamara - Balap perahu tengkung adalah salah satu olahraga tradisonal yang baru dikenalkan kepada masyarakat Kabupaten Sukamara. Olahraga ini terinspirasi dari aktivitas illegal logging yang dilakukan orang-orang terdahulu.

"Olahraga tengkung ini baru," kata Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Sukamara, Ahmad Zunani, Jumat, 26 Juli 2019.

Menurut Zunani, balap perahu tengkung ini ide dari cara-cara masyarakat saat memindahkan kayu hasil kerjanya dari hutan menuju sungai menggunakan perahu yang diberi roda agar lebih mudah diangkut.

"Kenapa olahraga ini kami namakan tengkung, karena pada zaman-zaman masih ilegal logging itu, dulu perahu ini digunakan untuk memindahkan kayu yang seberapapun besarnya yang caranya seperti ini," tuturnya.

"Ini kami ambil hanya untuk bernostalgia saja, kita ambil yang positifnya bukan mengenai illegal loggingnya," terang Zunani.

Ia menambahkan, pertandingan tersebut memang sengaja diperkenalkan kepada masyarakat, dan akan menjadi salah satu cabang lomba yang rencananya diagendakan untuk digelar setiap tahun.

"Ini mungkin adalah cabang lomba yang belum pernah ada dan diadakan di daerah lain sehingga lomba ini unik dan rencananya juga akan kita angkat ke tingkat nasional," ujarnya. 

Sementara itu, Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi mengatakan, pemerintah daerah akan patenkan kegiatan olaraga rekreasi, salah satunya untuk olahraga tradisional balap perahu tengkung.

"Ini terus kita gali, kita kembangkan dan kita patenkan," kata H Ahmadi.

Ahmadi melanjutkan, dalam perlombaan tradisional, masih banyak budaya yang bisa dikembangkan dan ditingkatkan sebagai wahana hiburan bagi masyarakat Bumi Gawi Barinjam. "Masih banyak yang perlu kita kembangkan," ungkapnya. (NORHASANAH/B-2)

Berita Terbaru