Pengamat Sebut Tiga Titik Kelemahan Kalteng Putra

  • Oleh Danang Ristiantoro
  • 27 Juli 2019 - 11:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kalteng Putra kembali menelan kekalahan kelima secara beruntun di kancah Liga 1 Indonesia. Pengamat sepak bola yang juga sebagai mantan pemain bola di era 90-an, Yusro Arodi menyebut ada tiga titik kelemahan pada tim berjuluk Laskar Isen Mulang itu.

"Ada tiga titik lemah yang harus dikoreksi oleh pelatih Mario Gomes de Olivera, yaitu penjaga gawang, lini belakang, dan lini tengah," ujar Yusro yang merupakan pelatih Tim Porprov Kobar pada 2014, Sabtu, 27 Juli 2019.

Sedangkan untuk pemain depan masih bisa diandalkan. Hanya, suplai bola dari lini tengah yang kurang. Sehingga pemain depan harus bekerja keras untuk mendapatkan bola.

"Terlihat gol terakhir dari Patrich Wanggai ini hasil kerja keras dirinya," ungkap dia.

Yusro Arodi yang juga mantan pemain Asabab Surabaya dan Mitra Surabaya di Liga Indonesia 1990 ini melanjutkan, lini tengah Kalteng Putra mudah sekali kehilangan bola. Sehingga alur serangan dari tengah ke depan minim. Diperparah keroposnya lini pertahanan Kateng Putra.

Kesiapan dan kompisisi pemain harus betul - betul dimatangakan. Karena mayoritas kualitas semua tim di Liga 1 hampir merata.

Hanya, kesiapan tim yang harus lebih matang. Seperti PS Tira Persikabo  yang pada laga terakhir mengalahkan Kalteng Putra dengan skor 5-2.

Mereka banyak belajar pada kompetisi sebelumnya, sehingga mempunyai permainan dan kolektifitas di musim ini.

PS Tira Persikabo bahkan menunjukkan level tertingginya. Hal Itu juga harus menjadi contoh bagi Kalteng Putra

"Jangan cepat memvonis dari kekalahan ini. Setidaknya belajar dari PS Tira Kabo dan peran manajemen sangat penting. Siapapun pelatihnya kalau Kalteng Putra dengan pemain sperti ini jangan harap banyak berbicara. Untuk pendukukung Kalteng Putra atau Kalteng Mania diharap bersabar hingga tim ini benar - benar matang," pungkasnya. (DANANG/B-3)

Berita Terbaru