Restorasi Jadikan Masyarakat Adaptif Hadapi Karhutla

  • Oleh James Donny
  • 30 Juli 2019 - 14:40 WIB

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Bupati Pulang Pisau Edy Pratowo mengatakan, restorasi gambut akan membuat masyarakat semakin adaptif dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan. 

"Kemampuan adaptif masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan menjadi lebih tinggi, karena masyarakat secara langsung maupun tidak, mendapat pelatihan/sosialisasi yang membuat pengetahuan masyarakat bertambah," kata Edy Pratowo saat menghadiri acara Rapat Koordinasi Restorasi Gambut Provinsi Kalteng Tahun 2019, di Palangka Raya,  Selasa, 30 Juli 2019.

Dalam pelaksanaan restorasi itu juga, terang Edy, akan memberikan dampak terjaganya sumber mata pencaharian masyarakat sekitar hutan/areal restorasi gambut  karena minus pebakaran hutan dan lahan. 

"Selain itu juga dengan adanya restorasi ini maka akan terjaganya kelestarian sumber daya alam hayati dan mengembalikan fungsi lahan gambut sebagai pengikat air," terang Edy Pratowo. 

Pada acara Rakor Restorasi Gambut Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2019 Edy menyampaikan harapannya agar tahun ini dan ke depan tidak ada lagi kebakaran lahan yang terjadi, khususnya di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

"Saya mengajak semua elemen, baik masyarakat maupun instansi pemerintah dapat bersinergi bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang banyak, untuk Pulang Pisau ke depan lebih sehat dan maju," kata Edy. 

Dalam kesempatan acara Rakor Restorasi Gambut Tahun 2019 tersebut, Bupati Pulang Pisau menerima Penghargaan Kabupaten Target Restorasi tahun 2018 bersama sejumlah daerah lainnya yakni Kapuas, Barito Selatan, Palangka Raya dan Sukamara, yang diserahkan oleh Sekda Provinsi Kalteng,  Fahrizal Fitri. Hadir juga dalam Rakor tersebut Kepala BRG RI Nazir Foead.(JAMES DONNY/B-2)

Berita Terbaru