Pemprov Layangkan Surat ke Perusahaan Jangan Bakar Lahan, Jika Melanggar Ini Sanksinya

  • Oleh Budi Yulianto
  • 30 Juli 2019 - 22:00 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Sekda Provinsi Kalimantan Tengah Fahrizal Fitri menyebut sudah melayangkan surat ke perusahaan agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.

"Sudah kita layangkan surat ke perusahaan, dilarang membakar. Namun, kita tetap melakukan pengawasan," kata Fahrizal, Selasa, 30 Juli 2019.

Ia menegaskan, jika ada perusahaan yang bandel alias tetap melakukan pembakaran, maka akan dikenakan sanksi.

"Sanksinya ada. Bisa juga dicabut izinnya," tegasnya.

Sekda menyebut sampai saat ini belum ada indikasi perusahaan melakukan pembakaran. Meski demikian, tetap dilakukan pengawasan.

"Bahkan pak gubernur (Gubernur Kalteng Sugianto Sabran) juga memonitor (lewat jalur udara)," ungkapnya.

Daerah yang menjadi titik fokus pencegahan karhutla adalah Kota Palangka Raya dan Kabupaten Pulang Pisau. Sebab, di 2 wilayah ini tercatat paling banyak terjadi karhutla dibanding wilayah lain.

Sekda menduga karhutla terjadi karena unsur kesengajaan alias dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab. (BUDI YULIANTO/B-5/ADV)

Berita Terbaru