Ini Kiat Agar Produk Sawit Bisa Tembus Timteng dan Afrika 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 01 Agustus 2019 - 06:30 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Untuk menembus pasar ekspor baru di kawasan Timur Tengah (Timteng) dan Afrika, khususnya komoditas andalan seperti minyak sawit, harus menyesuaikan dengan selera dan budaya setempat.  

Pakar ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof Marzuki DEA, mengatakan produk ekspor Indonesia, termasuk minyak kelapa sawit mentah (CPO), ke Timur Tengah dan Afrika membutuhkan keberpihakan dan dukungan khususnya dari pemerintah.

Dengan komoditas unggulan seperti dari sektor pertanian dalam arti luas (termasuk CPO), hasil perikanan dan kelautan, industri kreatif, fesyen, industri olahan lain, farmasi dan herbal, menurut Marzuki, cukup menjanjikan.

"Jadi produk ekspor kita, saya kira memang menjanjikan. Sisanya perlu keberpihakan dan dukungan yang jelas," katanya di Makassar awal pekan ini, menanggapi potensi CPO diekspor ke Timur Tengah dan Afrika.

Ia menjelaskan dengan dukungan dan keberpihakan, baik dalam bentuk kebijakan, infrastruktur, sistem, pelatihan dan pemasaran, maka produk-produk ekspor Indonesia bisa bersaing.

"Dan tentunya kita dapat bersaing dan menembus pasar global. Khususnya pasar-pasar baru di negara Timur Tengah, termasuk Afrika dan Amerika latin," ujarnya.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Mukti Sardjono, menyebutkan sejumlah kendala saat mengekspor CPO ke pasar baru, khususnya Timur Tengah dan Afrika.

Menurut dia, upaya untuk menembus pasar Afrika membutuhkan pendekatan yang berbeda karena pada umumnya mereka membutuhkan minyak kelapa sawit dalam bentuk kemasan. Untuk itu, lanjut dia, yang perlu diekspor adalah yang sudah dalam bentuk produk siap digunakan, seperti minyak goreng. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru