Satwa Dilindungi Mulai Masuk Kawasan Permukiman

  • Oleh Muhammad Hamim
  • 02 Agustus 2019 - 10:00 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Kemarau yang memicu munculnya kebakaran hutan dan lahan di Kotawaringin Timur mengganggu habitat satwa dilindungi. Bahkan, ada satwa dilindungi yang mulai masuk permukiman warga.

"Kami sudah menerima laporan satwa liar masuk permukiman," kata Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Pos Jaga Sampit, Jumat, 2 Agustus 2019. 

Dia menjelaskan setidaknya ada enam tempat di Sampit, yang sempat terlihat kemunculan satwa dilindungi seperti orangutan, bekantan, dan beruang. Di antaranya ada yang merusak dan memakan buah-buahan di kebun warga.

"Kalau laporan ada empat kali yang masuk, di Desa Telaga Baru kemunculan bekantan, Desa Eka Bahurui orangutan dan beruang madu, Kelurahan Baamang Hulu ada tiga tempat dengan kemunculan orangutan dan beruang madu. Dan di Jalan Lingkar Utara kemunculan orangutan," terang Muriansyah. 

Kondisi tersebut memang tidak bisa dipungkiri, karena saat ini Kotim sedang mengalami kemarau dan kebakaran lahan. Sehingga hal itu mengganggu habitat hewan liar.

Muriansyah pun mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Terutama bagi mereka yang tinggal di tepi hutan, kebun, atau semak belukar, maupun di sekitar daerah rawan karhutla. (MUHAMMAD HAMIM/B-11) 

Berita Terbaru