Angkutan Udara Paling Tinggi Sumbang Deflasi untuk Kalteng 

  • Oleh Budi Yulianto
  • 02 Agustus 2019 - 16:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kalimantan Tengah mengalami deflasi 0,25 persen selama Juli 2019. Penyumbang tertinggi terjadinya deflasi adalah angkutan udara. 

"Kalau dilihat dari komoditasnya, penyumbang deflasi dari kelompok administered prices dan folatile food. Yang paling mempengaruhi adalah komoditas angkutan udara," kata Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID Provinsi Kalteng, Setian, Jumat, 2 Agustus 2019.

"Baik Sampit maupun di Kota Palangka Raya, komoditas tersebut menjadi penyumbang deflasi tertinggi," imbuhnya.

Selain angkutan udara, penyumbang deflasi lainnya di Kota Palangka Raya yakni ikan lais, ikan gabus, bawang putih dan bawang merah. 

Sedangkan deflasi di Sampit setelah angkutan udara yakni bawang merah, beras, tulang sapi dan bawang putih.

Setian menuturkan, selain deflasi, pihaknya juga mencatat terjadinya inflasi di Kalteng. Dari sisi komoditas pangan yang menjadi perhatian adalah cabai. Baik itu jenis cabai rawit maupun cabai merah. 

"Ini disebabkan masalah di level nasional, yaitu komoditas cabai sedang memberikan tekanan inflasi di bulan Juli 2019," tuturnya. (BUDI YULIANTO)

Berita Terbaru