Pengrajin Rotan Desa Lampeong Butuh Pembinaan dan Modal

  • Oleh Ramadani
  • 03 Agustus 2019 - 13:42 WIB

BORNEONEWS, Muara Teweh – Para pengrajin anyaman rotan Desa Lampeong, Kecamatan Gunung Purei, Kabupaten Barito Utara butuh pembinaan dan modal untuk pengembangan usaha mereka.

Nurbaya, pengrasin anyaman rotan di sana menuturkan, urusan anyam mengayam merupakan aktivitas rutin masyarakat di desanya yang biasa digeluti oleh kaum wanita secara turun-temurun. 

Hal ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kelengkapan bertani, seperti membuat bakul, tikar, topi dan tas. Seiring perkembangan zaman produk anyaman ini pun mulai beragam dalam bentuk maupun peruntukannya mengikuti keinginan konsumen.

Sekarang ragam produk anyaman pun mengikuti tren mode, namun tidak menghilangkan motif khasnya.

"Sekarang kami memproduksi anyaman ikuti keinginan konsumen untuk menjadi pelengkap penampilan, seperti tas, dompet, sarung HP dan gelang selain membuat rambat, tikar dan topi bahkan sudah dikombinasikan dengan kulit," kata Nurbaya, Sabtu 3 Agustus 2019.

Nurbaya tidak menampik bahwa mereka masih menghadapi kendala dalam mengembangkan kerajinan, yakni keterbatasan permodalan.

Nurbaya berharap Dekranasda Barrito Utara bisa meningkatkan pembinaan kepada pengrajin, seperti modal, bimbingan usaha dan promosi. 

Dia optimis kerajinan mereka bisa menjadi produk unggulan khas Barito Utara asalkan ada sentuhan pemerintah. (RAMADHANI/B-5)

Berita Terbaru