Ini Perlu Diperkuat Umat Hadapi Pemindahan Ibu Kota Negara

  • Oleh Budi Yulianto
  • 03 Agustus 2019 - 14:50 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Rektor IAIN Palangka Raya Khairil Anwar dan Ketua Dewan Riset Daerah Kalteng Sulmin Gumiri tampil sebagai pemateri dalam dialog mengawal umat menghadapi pemindahan ibu kota negara ke Kalteng, Sabtu, 3 Agustus 2019.

Dialog bertajuk Muzakoratussobah yang digelar Majelis Ulama Indonesia atau MUI Kalteng ini dihadiri Sekretaris Umum Bulkani dan sejumlah pihak lainnya.

Khairil mengatakan, secara umum ia setuju pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Tinggal apakah nanti ke Kaltim atau Kalteng.

Ia menuturkan, tugas pokok MUI adalah mengawal umat. Baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Hanya saja, ia menilai moderasi agama saat ini mulai menurun.

Hal inilah yang perlu diantisipasi agar ketika pindah ke Kalimantan, terlebih Kalimantan Tengah tidak ada aliran yang mengarah pada tindakan ekstrim kanan maupun ke kiri. 

"Ekstrim kanan mengarah ke teroris sedangkan kiri libraris. Jadi perlu memperkuat moderasi bergama. Mungkin dilakukan pengajian termasuk melalui medsos," ungkapnya.

Menurutnya, pengajian yang disampaikan melalui digital memiliki dampak besar bagi umat. Apalagi di era saat ini.

"Nah ini menjadi tantangan kita. Pengkaderan ulama, safari Ramadan juga harus ditingkatkan. Kemudian, persaudaraan baik secara Islamiah maupun Insaniah juga menjadi hal yang penting,"

"Kita harus kompak membangun Indonesia baru karena tanpa kekompakan pembangunan tidak berjalan dengan baik. Kearifan lokal dan budaya juga harus dipertahankan," tuturnya.

Sementara itu, Sulmin Gumiri lebih banyak mengupas nilai tawar kenapa ibu kota harus pindah ke Kalimantan. Hal yang paling utama adalah kebahagiaan. 

Berita Terbaru