Malaysia Bisa Kalahkan Indonesia Sebagai Eksportir CPO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 06 Agustus 2019 - 09:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Malaysia mencanangkan target bisa mengalahkan Indonesia sebagai pemasok minyak sawit ke India pada 2019. Pasalnya, New Delhi sudah siap menurunkan bea masuk untuk produk minyak nabati yang diimpor dari Malaysia.

Peningkatan ekspor minyak sawit olahan ke India dapat membantu bisnis CPO olahan di Malaysia dan sekaligus mengikis tumpukan stok minyak sawit di negeri jiran tersebut. Saat ini India adalah importir minyak sawit terbesar dunia.

Pada Januari, New Delhi memangkas bea masuk terhadap impor minyak sawit olahan menjadi 50% dari 54%, tapi pengapalan komoditas tersebut dari Malaysia dikenakan bea masuk 45% berkat kerjasama Comprehensive Economic Cooperation Agreement di antara kedua negara.

Tarif yang rendah tersebut jelas menguntungkan Malaysia, karena dapat meningkatkan pangsa di pasar impor minyak sawit di India menjadi 52% pada semester pertama 2019, dibandingkan dengan 30% pada 2018, kata Mohd Bakke Salleh, ketua Malaysian Palm Oil Board (MPOB), di Mumbai belum lama ini.

“Kami berharap pangsa pasar ini tetap bertahan di angka ini pada semester kedua,” tambahnya.

Impor minyak sawit India dari Malaysia melonjak menjadi 2,59 juta ton pada semester pertama tahun ini, dibandingkan 1,39 juta ton pada periode yang sama setahun sebelumnya.

Di sisi lain, Indonesia telah meminta India menurunkan bea masuk untuk impor minyak sawit olahan menjadi 45% seiring dengan melorotnya pangsa pasar produk Indonesia menjadi di bawah Malaysia di pasar India untuk pertama kalinya.

India mengimpor minyak sawit terutama dari Indonesia dan Malaysia, sementara untuk minyak kedelai dari Argentina dan Brasil. Negeri itu juga mengimpor minyak bunga matahari Ukraina dan Rusia dan minyak canola dari Kanada. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru