Dinkes Barito Timur Usulkan Pengadaan 10.000 Masker ke Provinsi

  • Oleh Prasojo Eko Aprianto
  • 06 Agustus 2019 - 15:00 WIB

BORNOENEWS, Tamiang Layang - Dinas Kesehatan Barito Timur (Dinkes Bartim) usulkan pengadaan 10.000 masker ke Dinkes Provinsi Kalimantan Tengah.

Usulan ribuan masker itu untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibar maraknya pembakaran hutan dan lahan. Meskipun, saat ini pihaknya belum menerima laporan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah Kabupaten Barito Timur tahun ini.

"Belum ada puskesmas yang melaporkan kasus Infeksi Saluran Pernafasan (ISPA) akibat kabut asap," ucap Suhaili, Kabid Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Bartim, Selasa 6 Agustus 2019.

Lanjut Suhaili, untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat kemarau dan seringnya terjadi kebakaran lahan, pihaknya telah mengajukan ke Dinkes Provovinsi Kalimantan Tengah pengadaan 10.000 masker.

Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi jika kabut asap dalam beberapa hari ke depan semakin meningkat. "Saat ini kondisi kabut asap di wilayah Bartim masih di bawah ambang batas," ujarnya.

Pihaknya tetap mengimbau semua Puskesmas yang ada di Bartim untuk mewaspadai dampak musim kemarau, kabut asap dan cuaca. Jika kabut asap nanti meningkat,  pengadaan masker yang diusulkan tersebut akan dibagi kepada puskesmas-puskesmas yang wilayahnya terdampak kabut asap.

"Nanti puskesmas yang wilayahnya terdampak kabut asap dapat mengambil logistik (masker) ke sini sesuai kebutuhan mereka," pungkasnya. (PRASOJO/B-2)

Berita Terbaru