Pendangkalan Kerukan Hantipan di Katingan kian Parah

  • Oleh Abdul Gofur
  • 06 Agustus 2019 - 22:00 WIB

BORNEONEWS, Kasongan - Pendangkalan kerukan Hantipan di wilayah Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, kian parah.

Jalur kerukan yang mengalami pendangkalan juga semakin panjang. Jika sebelumnya titik pendangkalan yang tidak bisa dilalui kelotok ataupun ces hanya sekitar 2 km, kini mencapai lebih dari 3 km.

Akibatnya, warga Kecamatan Mendawai dan Katingan Kuala semakin menderita. Pasalnya, kerukan Hantipan merupakan akses paling dekat menuju ke Kota Sampit dan Kasongan. Sedangkan bila melewati Sungai Katingan jarak cukup jauh.

"Iya betul. Sekarang ini warga dua kecamatan yaitu Mendawai dan Katingan Kuala tambah menderita. Ini karena kerukan Hantipan dangkal," sebut Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Katingan Alfujiansyah, Selasa, 6 Agustus 2019.

Menurut dia, sebenarnya selain lewat kerukan Hantipan dan Sungai Katingan, masih ada akses lain bagi warga dua kecamatan tersebut bila hendak bepergian ke luar daerah yaitu melalui Laut Jawa.

"Akan tetapi saat ini gelombang laut tinggi. Sehingga cukup berisiko jika harus melalui jalur laut untuk ke Kasongan lewat Sampit," ucapnya.

Gara-gara kerukan Hantipan dangkal, Alfujiansyah menyebutkan warga yang hendak ke Sampit atau sebaliknya harus rela berjalan kaki hingga 2-3 kilometer.

"Soalnya air kerukan kering, dan kalaupun berair tidak bisa mengangkut penumpang. Jadi motoris kelotok atau ces saat melalui kerukan dangkal mendorong kelotoknya sampai kerukan yang berair agak dalam baru mesin dihidupkan kembali," katanya. (ABDUL GOFUR/B-3)

Berita Terbaru