Analis: Harga CPO Menguat Akhir 2019 Hingga 2021

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 07 Agustus 2019 - 11:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Harga minyak sawit mentah (CPO) diperkirakan menguat dari posisi saat ini dan semakin tinggi lagi memasuki akhir tahun hingga 2021. 

Kenaikan harga CPO itu sebagian didorong oleh penerapan mandatori program biodiesel dengan campuran minyak sawit lebih besar di Malaysia dan Indonesia.

“Kita telah melihat harga CPO saat ini sudah rendah, dan pertanyaan yang muncul adalah sampai kapan harga komoditas ini akan menguat," kata analis minyak nabati terkemuka, Thomas Mielke, di sela seminar di Malaysia akhir pekan lalu. 

Menurut Mielke, estimasi bakal menguatnya harga CPO akan memberikan kesempatan kepada para produsen minyak sawit untuk mengatasi berbagai masalah yang terjadi di industri ini, seperti masalah kurangnya tenaga kerja.

Selain itu, CEO IJM Plantations, Joseph Tek, menyebutkan masalah besar yang dialami industri minyak sawit saat ini lebih banyak disebabkan oleh banyak faktor di luar kendali produsen minyak sawit, seperti kenaikan upah minimum dan kebijakan Uni Eropa yang akan mengurangi penggunaan minyak sawit untuk biofuel. 

Sementara itu dari Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, menilai tudingan Uni Eropa terkait pemberian subsidi untuk harga minyak sawit yang diekspor ke Benua Biru tak berdasar. 

Keyakinan Darmin dikuatkan oleh keberhasilan Indonesia yang telah beberapa kali menggagalkan pengenaan bea masuk anti dumping Uni Eropa.

Menurut  Darmin, pemerintah terus berkomunikasi agar Uni Eropa tidak mengenakan bea masuk tersebut. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru