Lesunya Harga CPO Pukul Kinerja Provident Agro  

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 07 Agustus 2019 - 11:50 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Provident Agro Tbk (PALM) mencatatkan kinerja keuangan kurang menggembirakan pada semester I tahun ini karena penurunan harga minyak sawit mentah (CPO).

Dari laporan keuangan semester I tahun ini diketahui bahwa pendapatan perusahaan sebesar Rp97,12 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp306,69 miliar, atau anjlok 68,33%. Beban pokok pendapatan dalam 6 bulan pertama 2019 tercatat Rp81,59 miliar, berkurang dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp227,29 miliar.

Dengan demikian, perseroan menderita rugi periode berjalan sebesar Rp40,75 miliar dari tahun sebelumnya yang justru berhasil mencatat laba sebesar Rp850,99 juta.

Total aset hingga 30 Juni 2019 tercatat Rp2,29 triliun, dari periode Desember 2018 sebesar Rp1,99 triliun. Total liabilitas Rp388,45 miliar dan ekuitas Rp1,91 triliun.

Untuk diketahui, harga CPO mengalami tekanan berat setidaknya dalam setahun terakhir. Kondisi ini berdampak pada emiten perkebunan sawit seperti PALM.

"Sepanjang tahun lalu harga rata-rata komoditas andalan Indonesia itu hanya mencapai US$595,5 per metrik ton, anjlok 17% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$714,3 per metrik ton," kata Direktur Keuangan Provident Agro, Devin Antonio Ridwan, dalam keterangan tertulisnya, medio pekan ini.

Penurunan harga CPO ini, katanya, juga berimbas terhadap turunnya produksi tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dan CPO perusahaan sebesar 40%. 

Adapun harga rata-rata penjualan CPO Provident Agro pada triwulan pertama tahun ini turun menjadi Rp6.732 per kilogram. Pada akhir tahun lalu, harga jual rata-rata Rp7.419 per kilogram.

"Produksi tandan buah segar dan CPO turun 30% hingga 40%, otomatis itu akan mengkoreksi pendapatan di akhir tahun," papar Devin. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru