Penyerapan Biodiesel Januari-Juni Capai 3,29 Juta Ton 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 07 Agustus 2019 - 12:00 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Penyerapan biodiesel dalam negeri sepanjang Januari-Juni 2019 mencapai 3,29 juta ton seiring mandatori Biodiesel 20 persen (B20).

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Mukti Sardjono menyebutkan jumlah tersebut naik 144 persen dari periode sama 2018 yang hanya sebesar 1,35 juta ton.

"Angka ini menunjukkan program mandatori B20 telah berjalan dengan baik di PSO dan non-PSO. Pemerintah tetap diharapkan untuk mengakselerasi mandatori B30 yang saat ini uji cobanya sedang berlangsung," kata Mukti melalui keterangan tertulisnya di Jakarta medio pekan ini.

Hingga Juni 2019, penyerapan biodiesel pada Januari mencapai 552.000 ton, Februari sebesar 648.000 ton, Maret 527.000 ton, April 516.000 ton, Mei 557.000 ton, dan Juni 490 ribu ton.

Lewat program mandatori Biodiesel 20 persen, serapan CPO pada 2019 ditargetkan mampu mencapai 6,2 juta kiloliter atau setara 5,4 juta ton.

Mukti menjelaskan GAPKI mendorong pemerintah untuk memperluas penggunaan minyak sawit untuk pembangkit PT PLN (Persero).

Jika semua program penyerapan CPO dalam negeri dapat berjalan dengan baik, ketergantungan Indonesia pada pasar global akan dapat dikurangi.

Dari sisi harga, sepanjang semester pertama 2019, harga CPO global bergerak di kisaran 492,5-567,5 dolar AS per metrik ton dengan harga rata-rata 501,5-556,5 dolar AS per metrik ton.

Produksi minyak sawit pada Juni 2019 menunjukkan tren penurunan sebesar 16 persen dibandingkan pada Mei lalu atau dari 4,73 juta ton menjadi 3,98 juta ton.

Sementara stok minyak sawit Indonesia pada Juni masih bertahan di level sedang, yaitu 3,55 juta ton. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru