Singgah di Pangkalan Bun, Ini Pesan Susi Pudjiastuti untuk Pengembangan Perikanan

  • Oleh Wahyu Krida
  • 07 Agustus 2019 - 19:12 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Berbagai pesan disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat singgah sejenak di Bandara Iskandar Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat untuk mengisi bahan bakar pesawatnya, Rabu, 7 Agustus 2019.

Pesawat Susi Air Vip yang bertolak dari Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau dengan kode penerbangan PK-BVV ini mendarat sekitar pukul 16.00 WIB.

Kedatangan Susi disambut Ketua DPRD Kobar Triyanto, Dandim 1014 Pangkalan Bun Letkol Inf Muhammad Roni Sulaiman, Danlanud Iskandar Letkol Pnb Didik Setiya Nugroho dan SKPD lainnya.

Dalam kesempatan singkat saat menunggu pengisian bahan bakar pesawat Susi sempat berbincang dan memberikan pesan mengenai pengembangan perikanan di Kobar.

"Diperlukan keterlibatan pemerintah daerah untuk menpertahankan keberlanjutan potensi perikanan yang dimilikinya. Karena kita punya ikan udang dan lainnya. Bila tidak dipertahankan dan dijaga dikuatirkan potensi perikanan tersebut akan habis," jelasnya.

Menurut Susi, mempertahankan keberadaan potensi perikanan tersebut merupakan hal yang sangat penting untuk menjaga keberadaan dan jumlahnya.

"Supaya potensi ikan tetap ada dan kuantitasnya banyak. Banyaknyabikan ini penting,  karena semakin lama manusia juga  bertambah banyak. Kalau jumlah ikannya sedikit, untuk makan saja nggak cukup. Gimana bisa dikembangkan agar bernilai ekonomis," tegasnya.

Susi kemudian sedikit memberikan contoh cara menjaga keberadaanpotensi perikanan yang telah dilakukan oleh masyarakat.

"Contohnya di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Untuk menjaga keberadaan kepiting, mereka menangkapnya menggunakan bubu dan tidak pakai jaring.  Kemudian bila ditemukan ada kepiting atau udang yang ditangkap tersebut sedang bertelur, maka mereka melepaskan lagi ke laut. Ini merupakan upaya untuk menjaga kelestarian potensi perikanan agar kuantitas atau jumlahnya tetap banyak," pungkasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)

Berita Terbaru