Lamandau Catatkan Rekor MURI Makan Coto Keladi Korup Matah

  • Oleh Hendi Nurfalah
  • 07 Agustus 2019 - 19:22 WIB

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Seusai upacara peringatan Hari Jadi ke-17, Pemerintah Kabupaten Lamandau mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI), Rabu, 7 Agustus 2019.

Rekornya adalah makan Coto Keladi Korup Matah dengan peserta terbanyak. Menurut Senior Manager MURI, Ariyani Siregar, makan Coto Keladi Korup Matah dicatatkan ke dalam rekor MURI oleh peserta terbanyak yakni 2.780 porsi.

Makan Coto Keladi Korup Matah masuk ke dalam rekor MURI yang ke 9.099. "Dalam kategori penilaian, ada beberapa kategori yang jadi bahan penilaian untuk rekor, yakni kategiri yang paling, yang unik dan yang langka da. Makan Coto Keladi Korup Matah ini masuk ke dalam kategori pang paling, tepatnya yang paling banyak sajian dan pesertanya." ujarnya.

Sementara itu Bupati Lamandau, Hendra Lesmana sangat bangga terhadap pencapaian rekor MURI ini. Pencapaian ini atas kerja keras dan kerjasama berbagai pihak dalam mewujudkan rekor MURI.

"Tentu ini menjadi kebanggaan kita bersama, karena ini adalah makanan khas milik Lamandau yang dicatatkan ke dalam Rekor MURI," katanya.

Senada Wakil Gubernur Kalteng, Said Ismail mengaku kaget dengan Coto Keladi Korup Matah ini. Dia mengapresiasi langkah Pemkab Lamandau dalam mencatatkan Makan Coto Keladi ini ke dalam Rekor MURI.

"Saya tadi sempat kaget, dengan namanya Korup. Tapi rupanya itu nama jenis keladinya. Kami sangat mendukung langkah pemerintah Kabupaten Lamandau beserta masyarakatnya yang telah mengembangkan dan membudidayakan tanamam keladi ini," terangnya.

Apalagi keladi ini bisa dimakan mentah. Tentu tanaman ini bisa menjadi bahan pangan alternatif pengganti nasi.

"Tentu saja, ini menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Lamandau betul-betul mendukung upaya pemerintah pusat (pangan alternatif) yang sudah dicanangkan." tukasnya.

Diketahui, selain mencatatkan rekor MURI hari ini, Lamndau juga pernah mencatatkan rekor dengan kategori Penampilan Tarian Topeng Tradisional dengan peserta terbanyak pada Festival Babukung di 2015. (HENDI NURFALAH/B-6)

Berita Terbaru