China-India Berperan Besar Angkat Harga CPO

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 08 Agustus 2019 - 10:42 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain kebijakan mandatori biodiesel, peningkatan permintaan dari China dan India untuk minyak sawit dinilai akan berdampak pada kenaikan harga komoditas ini. 

Kepala riset CIMB-CGS, Ivy Ng, menyebutkan bahwa rendahnya harga minyak sawit mentah (CPO) belakangan ini telah memengaruhi China dan India untuk lebih banyak membeli komoditas ini ketimbang minyak nabati lain. 

"Terlebih China saat ini terlibat perang dagang dengan Amerika Serikat, sehingga memengaruhi permintaan terhadap minyak kedelai, yang selama ini diimpor dari Negeri Paman Sam," ungkap Ng di Kuala Lumpur belum lama ini. 

Konsumsi minyak sawit oleh China saat ini meningkat sebagai imbas dari perang dagang tersebut yang tak kunjung mereda.

Dari sisi pasokan, Ng mengatakan bahwa kebijakan tentang peremajaan tanaman sawit di Indonesia dan Malaysia diperkirakan akan mengurangi pasokan sehingga diharapkan dapat mendongkrak harga CPO. 

Terkait cuaca, seperti kekeringan di Sabah, Malaysia, juga dapat mengurangi pemakaian pupuk dan menurunkan hasil panen, ujar Ng. 

Masalah cuaca yang sama juga bisa mempengaruhi panen tanaman penghasil minyak nabati jenis lain di India dan AS.

Sementara itu, analis minyak nabati Thomas Mielke mengatakan saat ini perdagangan minyak sawit bergerak di bawah minyak kedelai, dan pasar sudah memperkirakan konsumsi CPO Uni Eropa akan berkurang. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru