Kebakaran Lahan di Palangka Raya Jadi Tanda Tanya

  • Oleh Agus Priyono
  • 08 Agustus 2019 - 20:26 WIB

BORNEONEWS, Palangka Raya - Maraknya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kota Palangka Raya bisa dibilang menjadi sebuah tanda tanya besar.

Ini diungkapkan Kepala Project Base Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya Aryo Nugroho, Kamis, 8 Agustus 2019.

Menurutnya selama ini isu yang selalu dibangun dalam masyarakat adalah kebakaran hutan dan lahan dilakukan oleh masyarakat untuk membuka ladang. Sedangkan hal ini tampak berbeda di wilayah Kota Palangka Raya.

Dia mengatakan di wilayan Kota Palangka Raya banyak sekali terjadi kasus kebakaran lahan. Namun setelah lahan tersebut terbakar jarang bahkan tidak terlihat aktivitas berladang yang dilakukan oleh masyarakat.

"Ini yang kami tidak tahu ya, kenapa masyarakat Palangka membakar lahan? Jadi, asumsi selama ini yang menyebabkan Karhutla itu karena ada masyarakat membakar untuk berladang. Tapi tidak terlihat masyarakat berladang di Palangka Raya," jelasnya.

Dia menuturkan dalam kurun waktu ini belum waktunya bagi masyarakat Dayak untuk melakukan pembakaran lahan untuk berladang.

Waktu ideal yang biasa dilakukan justru pada saat mendekati musim hujan sekitar September.

"Sepengetahuan saya ini beum waktunya masyarakat dayak untuk membakar lahan. Biasanya mereka membakar lahan di September dekat dengan musim hujan dan juga ada tata caranya juga," tandasnya. (AGUS/B-6)

Berita Terbaru