Pemkab Kotawaringin Timur Diminta Perhatikan Pasar Tradisional

  • Oleh Naco
  • 10 Agustus 2019 - 09:36 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Rudianur, mendesak agar keberadaan pasar tradisional harus menjadi fokus perhatian pemerintah.

Menurut dia, pasar modern sudah ada di Kotim tidak hanya di dalam kota, tetapi juga di luar kota. Ia khawatir, perlahan pasar tradisional akan ditinggalkan jika pemerintah tidak memperhatikannya.

Di sisi lain, Rudianur menekankan agar Pemkab Kotim tegas. Tidak secara terus-menerus memberikan izin kepada retail atau pasar modern.

"Karena jika tidak dibatasi, pasar tradisional akan mati nantinya," tegas politisi Partai Golkar ini, Sabtu, 10 Agustus 2019.

Ditegaskan Rudianur, pasar tradisional adalah wadah untuk mengembangkan dan meningkatkan ekonomi masyarakat kelas bawah. Karena di situ tempat mereka untuk bertahan hidup.

"Banyak pasar tradisional yang sampai saat ini belum dibenahi. Seperti pasar yang ada di kecamatan, Pasar Keramat dan Pasar Berdikari yang belum jelas pembangunannya, hingga pasar-pasar lain," tandasnya.

Untuk itu, Rudianur meminta di sisa masa jabatan kepala daerah saat ini supaya fokus perhatian pasar tradisional. Yang juga tidak kalah penting ialah menyelesaikan persoalan pasar tersebut. (NACO/B-3)


TAGS:

Berita Terbaru