Alokasikan Keuangan Desa untuk BUMDes Masih Sedikit

  • Oleh Naco
  • 11 Agustus 2019 - 10:50 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, H Ary Dewar mengaku penggunaan keuangan desa untuk mengembangkan badan usaha milik desa (BUMDes) masih minim.

Bahkan ia turut menyayangkan sejak bergulirnya dana desa dan alokasi dana desa sejak 2015 silam, hingga kini ada desa yang belum mampu mengembangkan BUMDes.

Padahal kata Ary, keberadaan BUMDes ini harusnya dioptimalkan agar mampu menyumbang pendapatan bagi desa sehingga pembangunan itu tidak semata-mata mengharapkan dana dari pemerintah itu.

"Desa yang BUMDes belum berkembang itu saya nilai lemahnya peran dari pemerintah desa itu sendiri untuk bergerak mengembangkannya," tegas Ary, Minggu, 11 Agustus 2019.

Padahal kata politisi Partai Gerindra itu, saat ini BUMDes bisa dikembangkan dengan penyertaan modal dari keuangan desa itu. Sangat jauh berbeda dari dulu keuangan desa untuk pembangunan saja sangat minim.

"Harus belajar dengan desa yang BUMDes sudah hidup dan berkembang itu. Kalau hanya sekedar memanfaatkan DD dan ADD siapapun bisa jadi kades. Nah di sini bisa dilihat mana kades yang mampu dan tidak itu," tegasnya.

Setiap desa kata Ary, bisa mengembangkan sejumlah sektor melalui BUMDes. Melihat dari potensi desa itu sendiri. "Seperti diarahkan ke sektor perkebunan, peternakan, simpan pinjam hingga sektor lainnya," tandasnya. (NACO/B-2)

Berita Terbaru