Avtur Hijau, Tantangan Baru Industri Minyak Sawit RI 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 13 Agustus 2019 - 09:36 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selama ini pemakaian minyak sawit mentah (CPO) lebih banyak untuk pembuatan biodiesel, yang digunakan untuk bahan bakar kendaraan bermesin diesel.

Padahal, jika ada teknologi yang memadai, tak hanya kendaraan bermesin diesel yang akan menggunakan biodiesel, melainkan juga pesawat terbang. Syaratnya, harus ada industri pengolahan avtur dengan bahan campuran CPO.

Hal itu pula yang disampaikan Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas di Jakarta awal pekan ini. Kepala Negara mengarahkan CPO untuk diolah menjadi bahan bakar green avtur (bahan bakar avtur yang ramah lingkungan).

"Saya melihat CPO ini, saya mendengar CPO ini juga bisa dibuat avtur. Tolong ini ditekuni lagi lebih dalam sehingga kalau itu bisa, pertama mengurangi impor avtur kita sehingga defisit neraca perdagangan, defisit neraca transaksi berjalan akan semakin baik," kata Presiden Jokowi.

Untuk itu, Presiden juga meminta Pertamina untuk memanfaatkan CPO melalui 'co-processing' guna memproduksi green diesel maupun green gasoline di sejumlah kilang minyak PT Pertamina.

Selain itu, Kepala Negara juga mengarahkan perusahaan-perusahaan kelapa sawit dapat mendorong pemrosesan minyak sawit menjadi bahan bakar ramah lingkungan.

"Itu penting semua untuk melaksanakan ini dan kita harapkan juga mempercepat perkembangan industri 'green refinery' kita," jelas Presiden. (NEDELYA RAMADHANI/m)

Berita Terbaru