Berkat Biodiesel B20, Impor Solar Turun 45% 

  • Oleh Nedelya Ramadhani
  • 13 Agustus 2019 - 16:16 WIB

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selama 2019, implementasi penggunaan biodiesel jenis B20 telah menurunkan impor solar dibandingkan tahun lalu.

"Memang jelas turun impor 2019 dibanding 2018. Rata-rata impor solar bulanan tahun 2019 turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan tahun 2018," kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Jakarta awal pekan ini.

Menurut Darmin, penurunan volume impor solar itu dikarenakan penggunaan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau turunan minyak sawit mentah (CPO). 

Adapun penyaluran FAME untuk B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai  3,49 juta kilo liter. Kemudian hingga akhir Desember, Darmin memperkirakan akan tersalur sebanyak 6,197 kilo liter.

Ia menambahkan bahwa realisasi penggunaan B20 hingga Juli 2019 mencapai 97,5 persen. 

Sementara itu, untuk pengujian B30 akan tuntas pada pertengahan September 2019.

"Dari pengujian sampai sekarang tidak ada masalah serius. Cukup jelas bahwa nanti per awal Januari (tahun 2020) B30 akan berjalan," ujar Darmin.

Pemerintah telah melakukan rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo mengatakan pelaksanaan penggunaan biodiesel, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.

Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan permintaan minyak sawit di dalam negeri.

Berita Terbaru