Dinkes Barito Selatan Sosialisasi Perbup Penurunan Stunting

  • Oleh Uriutu
  • 13 Agustus 2019 - 16:30 WIB

BORNEONEWS, Buntok – Dinas Kesehatan Barito Selatan mengadakan sosialisasi Peraturan Bupati atau Perbup Nomor 16/2019 tentang Penurunan Stunting melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Cegah Stunting (Germas Ceting) di aula Bappeda, Selasa, 13 Agustus 2019.  

“Sosialisasi Perbup ini untuk memberikan informasi dan gambaran sebagai upaya optimalisasi intervensi penurunan stunting terintegrasi dengan melibatkan seluruh lintas sektor dan masyarakat,” kata ketua panitia Ike Christina Dewi kepada Borneonews usai kegiatan.  

Ia mengatakan, sosialisasi juga bertujuan terbentuknya komitmen bersama antara perangkat daerah, camat, kepala desa, puskesmas dan masyarakat  dalam upaya intervensi penurunan stunting terintegrasi secara optimal.  

Menurutnya, komitmen untuk percepatan perbaikan gizi diwujudkan dengan ditetapkan Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.

Hal tersebut, lanjut dia, mengintegrasikan pelayanan kesehatan terutama kesehatan ibu, anak dan pengendalian penyakit dengan pendekatan berbagai program serta kegiatan yang dilakukan lintas sektor. 

“Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan,” jelas dia. 

Kondisi gagal tumbuh pada anak balita, sambung dia, disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu lama serta terjadinya infeksi berulang.

Serta faktor penyebab ini dipengaruhi oleh pola asuh, pola makan dan sanitasi yang tidak memadai terutama dalam 1.000 Hari Pertama Kehidupan atau HPK.

“Anak tergolong stunting apabila panjang dan tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku,” ungkap dia. (URIUTU DJAPER/B-2).

Berita Terbaru