Pj Sekda Barito Selatan Ajak Semua Elemen Cegah Stunting

  • Oleh Uriutu
  • 13 Agustus 2019 - 17:20 WIB

BORNEONEWS, Buntok – Pj Sekda Barito Selatan Syahrani mengajak semua elemen untuk mencegah stunting. Demikian disampaikannya usai membuka sosialisasi Perbup 16/2019 tentang Penurunan Stunting melalui Gerakan Masyarakat Sehat Cegah Stunting atau Germas Ceting di aula Bappeda, Selasa, 13 Agustus 2019.

Ia mengatakan, arah pembangunan kesehatan saat ini dititikberatkan pada upaya promotif preventif yang dinilai dapat memberikan dampak kesehatan yang lebih luas dan lebih efisien dari sisi ekonomi. 

Sebagai investasi utama pengembangan SDM, pembangunan kesehatan yang berkelanjutan mutlak diperlukan. Salah satu komponen utamanya adalah melalui perbaikan gizi masyarakat terutama pada periode 1000 hari pertama kehidupan.

“Provinsi Kalteng tertinggi keempat untuk prevalensi stunting dan Barsel  tertinggi ke-4 juga se Kalteng,” kata Syahrani.

Menurutnya, permasalahan gizi saat ini baik gizi kurang termasuk stunting maupun gizi lebih terjadi hampir di seluruh strata ekonomi masyarakat baik di pedesaan maupun di perkotaan. 

Hal ini, lanjut dia, menunjukkan bahwa yang mendasari terjadinya masalah gizi tidak hanya kemiskinan, namun juga kurangnya pengetahuan msyarakat akan pola hidup sehat dengan pemenuhan gizi yang optimal. 

Oleh karena itu, sambung dia, upaya intervensi gizi sensitif  dan spesifik dari semua sektor terkait perlu ditingkatkan sebagaimana tertuang dalam Perpres Nomor 42 Tahun 2013 tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dan Inpres Nomor 1 Tahun 2017 tentang Gerakan Masyarakat sehat. 

Gerakan ini mengedepankan upaya bersama antara pemerintah dan masyarakat melalui penggalangan partisipasi dan kepedulian pemangku kepentingan secara terencana dan terkoordinasi.

“Saat ini kita di Barsel telah mempunyai Perbup Nomor 14/2019 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat  dan Perbup Nomor  16/2019 tentang Penurunan Stunting ,” beber dia.

Dengan kegiatan ini, lanjut dia, diharapkan keterlibatan semua pihak baik itu perangkat daerah, camat, lurah, kepala desa  dan puskesmas  maupun masyarakat untuk mencegah dan menurunkan stunting di bawah 20%. (URIUTU DJAPER/B-2)

Berita Terbaru