Pencuri Motor Minta Diringankan, Vonisnya Malah Dinaikkan Hakim

  • Oleh Naco
  • 13 Agustus 2019 - 21:22 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Dua remaja yang berumur 16 tahun divonis latihan kerja selama enam bulan di Dinas Sosial. Padahal sebelumnya keduanya minta diringankan dari tuntutan empat bulan latihan kerja dari penuntut umum.

"Pak hakim menambah lamanya latihan kerja keduanya, naik dua bulan dari tuntutan sebelumnya. Anak tidak banding. Setelah kami pikirkan tadi menerima saja," kata Agung Adisetiyono penasihat hukum anak, Selasa, 13 Agustus 2019.

Kedua remaja putus sekolah itu dianggap terbukti melakukan pencurian motor Honda Scoopy KH 3634 PH milik Aidah.

Perbuatan itu mereka dilakukan Jumat, 17 Mei 2019 sekitar pukul 21.00 WIB di Jalan Minun Dehen, Kelurahan MB Hulu, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Motor itu diambil saat terparkir di depan teras barak. Setelah itu motor tersebut didorong oleh salah satu terdakwa menjauh dari lokasi kejadian.

Setelah berhasil mereka membawanya dengan cara didorong. Motor itu diambil sparepartnya kemudian oleh keduanya dan rekannya dijual ke tukang loak di Jalan Ki Hajar Dewantara, Kecamatan Baamang 18 Mei 2019.

Dalam kasus ini anak dianggap melanggar Pasal 363 ayat 1 ke 4 KUHP sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum. (NACO/B-6)

Berita Terbaru