Jangan Sampai Ada Anak Putus Sekolah di Kotawaringin Timur

  • Oleh Naco
  • 13 Agustus 2019 - 21:52 WIB

BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun berharap agar anak putus sekolah bisa diminimalisasi semaksimal mungkin.

Bahkan jangan sampai ada anak putus sekolah. Apalagi pemerintah menggencarkan program pengentasan itu yang dilaksanakan setiap tahun.

Dia berharap masyarakat lokal harus berupaya bagaimana agar pendidikan menjadi sebuah kebutuhan utama dalam hidup.

Karena menurutnya hanya dengan pendidikan dianggap mampu untuk keluar dari rantai kemiskinan yang masih menjadi persoalan daerah saat ini.

"Pendidikan anak di Kotim ini minimal berada di jenjang SMA dengan menuntaskan program belajar 12 tahun. Meski dalam hal ini pemkab Kotim hanya memprogramkan pendidikan wajib belajar 9 tahun," katanya, Selasa, 13 Agustus 2019.

Rimbun mengaku melihat anak-anak di daerah ini terutama di pelosok banyak yang putus sekolah. Faktor putus sekolah ini kadang karena masalah ekonomi.

Rimbun juga berharap agar putra daerah tidak hanya puas dengan lulusan di tingkat SMA harus diberikan semangat motivasi untuk melanjutkan pendidikan lebih tinggi, apalagi orang tua yang bersangkutan juga memiliki kemampuan finansial.

"Selagi punya kemampuan kenapa tidak melanjutkan, saya mendorong kepada para generasi kita untuk sekolah lebih tinggi apalagi saat ini ada anggaran untuk beasiswa dan itu bisa dimaanfaatkan," tandanya. (NACO/B-6)

Berita Terbaru